BIOGRAFI ASMA NADIA


photo Asma Nadia
image Asma Nadia
Siapa yang tidak mengenal Asma Nadia, yang memiliki nama asli Asmarani Rosalba. Tulisannya menambah deretan penghuni sastra yang memiliki genre islami. Karyanya berhasil mewarnai dunia perfiliman, novel, cerpen, bukan hanya fiksi, Asma juga mengisi ruang dunia non fiksi salah satu karyanya salon kecantikan. Ia menyukai menulis semenjak duduk di bangku dasar, setelah berhasil menciptakan lagu. Sejak itu Asma mulai mengirim puisi dan cerpen ke media.

Tepat di Jakarta, 26 Maret 1972 Asma Nadia lahir. Dari pasangan Amin Usman berasal dari Aceh, dan Maria Eri Susanti yang seorang muallaf keturunan Tionghoa dari Medan. Anak kedua dari tiga bersaudara ini memiliki kakak yang berprofesi sama dengan dirinya. Helvy Tiana Rosa, memiliki ketenaran tidak jauh beda dengan Asma Nadia. Bungsu, Aeron Tomino, tidak berbeda dengan saudaranya yang lain, menulis merupakan bidangnya. Mereka memiliki minat dalam menulis mengikuti jejak sang kake dari pihak ayah yaitu Teuku Muhammad Usman El Muhammady.

Forum Lingkar Pena, merupakan wadah yang di didirikan oleh Asma Nadia untuk mengumpulkan, mengarahkan, dan tempat diskusi dari orang-orang yang memiliki minat menulis. Untuk saat ini FLP sudah hampir mencakup seluruh provinsi. Sebagian besar karya-karyanya sekarang diterbitkan di penerbitan ia kelola sendiri, Asma Nadia Publishing House, yang didirikan awal 2009. Bukan hanya fokus pada karyanya sendiri beberapa penulis yang telah mengikuti training bersama Asma Nadia karyanya telah diterbitkan lewat penerbit yang Asma kelola.

Pasca menyelesaikan pendidikan di SMA 1 Budi Utomo, Jakarta. Ia melanjutkan studi Institue Pertanian Bogor Fakultas Teknologi Pertanian. Karena suatu penyakit yang sedang dideritanya, Asma terpaksa tidak melanjutkan studi dan harus istirahat. Namun minat menulisnya yang sudah mendalam, ia tidak ingin berhenti begitu saja. Keadaan fisiknya menurun, tapi semangat menulis tetap bertahan. Dengan suntikan untuk tetap berjuang dari keluarga dan orang-orang yang menyayanginya menambah semangat menulis. Sikap pantan menyerah dengan keadaan Asma tidak berhenti mengirim tulisannya ke majalah Islam. Kerja kerasnya kini terjawab. Cerpen berjudul Imut dan Koran Gondrong meraih juara pertama Lomba Menulis Cerita Pendek Islami (LMCPI) tingkat nasional yang diadakan majalah Aninda pada tahun 1994 dan 1995.

Beberapa lirik lagu yang dibuat Asma terdapat dalam album Bestari I (1996), Bestari II (1997), dan Bestari III (2003), Snada The Prestation, Air Mata Bosnia, Cinta Ilahi, dan Kaca Diri. Aktivitas dalam dunia menulis pernah mengantarkannya ke Pertemuan Sastrawan Nusantara XI di Brunei Darusalam, bengkel kerja kepenulisan novel yang diadakan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera). Sepulang pertemuan Mastera, ia memperoleh inspirasi dan berhasil merampungkan novel yang berjudul Derai Sunyi.

Kesibukan Asma lainnya, sebagai direktur Yayasan Prakasa Insan Mandiri (Prima), mengadakan berbagai paket kegiatan anak melalui prime kids dan kursus bahasa Inggris.

Produktifitasnya dalam berkarya kini membawanya berada pada posisi yang gemilang. Terkadang menjadi pembicara lokakarya baik dalam negeri maupun luar neegri yang berkaitan dengan tema penulisan dan feminism. Tahun 2009 saat melakukan perjalann keliling Eropa, setelah mendapatkan undangan writers in residence dari Le Chateau de Lavigny (Agustus - September 2009), ia sempat diundang untuk memberikan seminar dan wawancara kepenulisan di PTRI Jenewa, Masjid Al Falah Berlin (bekerja sama dengan FLP dan KBRI di sana), KBRI Roma, Manchester (dalam acara KIBAR Gathering), dan Newcastle.

Buku-bukunya yang telah diadaptasi ke layar lebar adalah Emak Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela dan Assalamualaikum Beijing. Seluruh royalti dari buku Emak Ingin Naik Haji disumbangkannya untuk sosial dan kemanusiaan, Khususnya membantu mewujudkan impian kaum Islam untuk menunaikan ibadah haji, tetapi kurang mampu. Adapun Asma menjadi pengisi tetap di rubric kolom resonansi Republika setiap Sabtu.

Sederet prestasi diraih Ia dilibatkan dalam salah satu dari 35 penulis dari 31 negara yang diundang sebagai tamu dalam Iowa International Writing Program. Asma menceritakan tentang Indonesia dan bagaimana sisi kreatifnya dalam menulis dengan pelajar dan mahasiswa serta kaum tua di Amerika Serikat. Selain memenuhi undangan membaca cerpen yang telah diterjemahkan ke bahasa Inggris, karyanya terpilih untuk ditampilkan dalam adaptasi ke pentas teater di Iowa. Dimana berkolaborasi dengan actor tunarungu Amerika Serikat dalam pementasan di State Department, Washington D.C.

Kegemarannya membaca ingin ditularkan pada masyarakat. Ia merintis Rumah Baca Asma Nadia yang tersebar di seluruh Indonesia, rumah baca sederhana yang beberapa di antaranya memiliki sekolah dan kelas komputer serta tempat tinggal bagi anak yatim secara gratis untuk membaca dan beraktivitas bagi anak-anak dan remaja yang kurang mampu. Saat ini, ada 140 perpustakaan yang dikelola bersama relawan untuk kaum yang kurang beruntung dan tidak mampu.

Asma menikah dengan Isa Alamsyah yang juga seorang penulis. Kini memiliki dua orang anak bernama, Eva Maria Putri Salsabila dan Adam Putra Firdaus. Kedua anaknya pun menekuni karier sebagai penulis.

Buku Asma Nadia

• Assalamualaikum, Beijing!
• Salon Kepribadian
• Derai Sunyi, novel yang mendapat penghargaan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera)
• Preh (A Waiting), naskah drama dua bahasa yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jakarta
• Cinta Tak Pernah Menari, kumpulan cerpen yang meraih Pena Award
• Rembulan di Mata Ibu (2001), novel yang memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI sebagai buku remaja terbaik nasional
• Dialog Dua Layar, novel yang memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI, 2002
• 101 Dating: Jo dan Kas, novel yang meraih penghargaan Adikarya IKAPI, 2005
• Jangan Jadi Muslimah Nyebelin!, nonfiksi, best seller.
• Emak Ingin Naik Haji: Cinta Hingga Tanah Suci yang diadaptasi menjadi film Emak Ingin Naik Haji dan sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekah
• Jilbab Traveler
• Muhasabah Cinta Seorang Istri
• Catatan Hati Bunda
• Jendela Rara telah diadaptasi menjadi film yang berjudul Rumah Tanpa Jendela
• Catatan Hati Seorang Istri, karya nonfiksi yang diadaptasi menjadi sinetron Catatan Hati Seorang Istri yang ditayangkan RCTI
• Serial Aisyah Putri yang diadaptasi menjadi sinetron Aisyah Putri The Series: Jilbab In Love:
• Aisyah Putri: Operasi Milenia
• Aisyah Putri: Chat On-Line!
• Aisyah Putri: Mr. Penyair
• Aisyah Putri: Teror Jelangkung Keren
• Aisyah Putri: Hidayah Buat Sang Bodyguard
• Aisyah Putri: My Pinky Moments

Buku Bersama Penulis Lain

• The Jilbab Traveler
• Jangan Bercerai Bunda
• Catatan Hati Ibunda
• La Tahzan for Hijabers
• Ketika Penulis Jatuh Cinta
• Kisah Kasih dari Negeri Pengantin
• Jilbab Pertamaku
• Miss Right Where R U? Suka Duka dan Tips Jadi Jomblo Beriman
• Jatuh Bangun Cintaku
• Gara-gara Jilbabku
• Galz Please Don’t Cry
• The Real Dezperate Housewives
• Ketika Aa Menikah Lagi
• Karenamu Aku Cemburu
• Catatan Hati di Setiap Sujudku
• Badman: Bidin
• Suparman Pulang Kampung
• Pura-Pura Ninja
• Catatan Hati di Setiap Sujudku
• Mengejar-ngejar Mimpi
• Dikejar-kejar Mimpi
• Gara-gara Indonesia
• Diary Doa Aisyah Putri

Semoga biografi Asma Nadia memberi manfaat untuk anda. Ingin mengetahui lebih banyak tentang Asma Nadia silahkan kunjungi web resmi Asma Nadia, facebook, twitter, dan toko Asma Nadia. Jangan lupa di share. Baca juga biografi Ernest Hemingway
BIOGRAFI ASMA NADIA BIOGRAFI ASMA NADIA Reviewed by Ai No Hikari on 12:07 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.